Dengan Diidolakan Rins Pada Sejak Kecil, Rossi Yang Menolak Untuk Percaya
Rins yang memulai balapan dari posisi 7, mampu naik ke posisi lima selepas start, dan naik satu posisi lagi usai Cal Crutchlow terjatuh. Ia pun menyalip Jack Miller untuk naik Agen Poker ke posisi empat pada Lap 9, dan berada di posisi kedua usai Marc Marquez terjatuh.
Sepanjang balapan, ia pun menempel Rossi dengan ketat, dan akhirnya mampu menyalip rider Italia tersebut pada Lap 17. Keduanya sempat saling salip di Tikungan 12, namun Rossi tak bisa mengejar sampai finis dan Rins merebut kemenangan.
Rossi Idola Rins Sejak Kecil
Hasil ini menandai kemenangan perdana Rins di MotoGP, sekaligus kemenangan pertama Suzuki sejak Seri Inggris 2016 lewat Maverick Vinales. Selain itu, Rins menjadi satu-satunya rider yang mampu memenangi Circuit of The Americas di Moto3 (2013), Moto2 (2016), dan MotoGP (2019).
"Saya tak bisa menjelaskan perasaan saya. Sungguh sulit dipercaya bisa meraih kemenangan MotoGP perdana saya, terutama Agen Domino di sirkuit ini. Saya menang di sini saat turun di Moto3, Moto2, dan MotoGP. Apalagi saya bertarung dengan Vale, yang merupakan idola saya sejak saya masih kecil," ujarnya lewat BT Sport.
Malah Bikin Cemas
Meski begitu, Rossi ogah percaya pada kata-kata Rins. Ia mengaku 'trauma' atas peristiwa Sepang 2015, di mana Marc Marquez, yang diketahui juga mengidolakannya sejak anak-anak, ia anggap telah bersekongkol dengan Jorge Lorenzo untuk menjegal langkahnya merebut gelar.
"Soal para pebalap muda yang berkisah bahwa saya merupakan idola mereka, itu tidak benar. Kisah-kisah macam ini justru bikin saya cemas, karena siapa pun yang mengatakannya, ternyata malah merupakan musuh terburuk saya," pungkas Rossi, yang juga mentor para pebalap VR46 Riders Academy.
















No comments:
Post a Comment